Home

Monday, 3 November 2014

Barcelona Di Ujung Pemberontakan?

Hasil buruk di lapangan selalu membawa dampak negatif kepada suasana ruang ganti. Hal itulah yang saat ini dialami olehBarcelona.
Barca yang dalam satu dekade terakhir selalu terbiasa berada di puncak klasemen sepanjang musim kini harus rela berada di posisi empat. Hal itu terjadi menyusul dua kekalahan beruntun yang dialami tim pimpinanLuis Enriqueitu.
Enrique disinyalir kurang bisa menerapkan disiplin kepada anak buahnya. Insiden Messi ogah diganti dan Pique menyelundupkan ponsel ke pertandingan adalah bukti Enrique memiliki masalah dalam menangani ego besar para pemain kelas atas.
Sialnya bagi Enrique, sikap indisipliner anak buahnya diikuti dengan hasil buruk di atas lapangan - Barca kalah dua kali dariReal MadriddanCelta Vigo. Para pemain dan petinggi Barca kabarnya juga tak puas dengan gaya bermain Barca yang tidak lagi terpusat di lini tengah.
Enrique yang berusaha tegas dengan 'mengusir' Pique dari tim saat menghadapi Celta juga tidak bisa memotivasi tim. Barca ingin permainan mereka kembali seperti eraJosep Guardiola. Malah, itu adalah alasan mengapaGerardo Martinodipecat musim lalu.
Martino tak bisa lagi mengandalkan kreativitasXavidanIniestaketika menghadapi tim yang punya kecepatan dan pressing bagus. Karenanya, Martino membuat Barca bermain lebih direct. Meski membawa hasil cukup bagus, Martino dikritik keras dan harus kembali menggunakan gaya lama Barca.
Marcamelansir bahwa ruang ganti Barcelona saat ini sudah berada di ujung pemberontakan. Sebagian pemain sudah berbicara secara sembunyi-sembunyi kepada pers,off the recordtentunya.
Jadi, intinya, Enrique punya tiga tugas: mendisiplinkan skuat Barca, mengembalikan gaya bermain Barca seperti era Guardiola, serta mendapatkan hasil bagus. Jika satu dari tiga ini gagal diraih, akan ada pemberontakan dari dalam yang menuntut Enrique untuk dipecat.

No comments:

Post a Comment